Pages

Jumat, 01 Januari 2016

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

A.      Validitas
Truckman dan Gay (Wagiran, 2013) menyatakan bahwa validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas mengacu pada kecukupan dan kelayakan intepretasi yang dibuat dari penilaian yang berkenaan dengan penggunaan khusus (Lin & Gronlund dalam Heri, 2014). Sementara itu, Messick (Heri, 2014) menyatakan bahwa validitas berkaitan dengan sejauh mana fakta empiris dan alasan teoretis mampu mendukung kecukupan dan kesesuaian inferensi dan tindakan berdasarkan skor tes. Selanjutnya Heri (2014) menyatakan bahwa validitas menunjukkan dukungan fakta empiris dan alasan teoritis terhadap intepretasi skor tes, dan berkaitan dengan kecermatan pengukuran.
Nunnally, Allen dan Yen, Fernandes, Woolfolk dan McCane, Kerlinger, dan Lawrence (Heri, 2104) menyatakan bahwa validitas terdiri dari tiga jenis sebagai berikut.
1.         Valliditas Kriteria
Heri (2014) menyatakan bahwa validitas kriteria terdiri dari validitas prediktif dan validitas konkuren. Fernandes (Heri, 2014) menyatakan bahwa validitas kriteria bertujuan untuk menjawab pertanyaan sejauh mana tes memprediksi kemampuan peserta pada masa mendatang (validitas prediktif) atau mengestimasi kemampuan dengan alat ukur lain dalam tenggang waktu yang hampir bersamaan (validitas konkuren). Hal ini didukung oleh Lawrence (Heri, 2014) yang menyatakan bahwa tes yang memenuhi validitas prediktif adalah tes yang mempu memprediksi kemampuan yang akan datang.
Validitas kriteria ditentukan dengan mengestimasi korelasi skor tes peserta dengan skor kriteria. Manfaat dari validitas kriteria yaitu dapat memprediksikan suatu skor kemampuan ke skor kriteria demi memprediksikan kemampuan peserta tes. Prediksi yang dimaksud dilakukan dengan menggunkan persamaan regresi (Heri, 2014).  Ada dua model persamaan regresi yang digunakan yaitu :
a.       Model Regresi Sederhana  :  Ŷ = b0 + b1X
Keterangan :
Ŷ     :  Hasil Prediksi
b0   :  Konstanta
b1   :  Koefisien Prediktor
X     :  Prediktor

b.      Model Regresi Ganda dengan Dua Prediktor  :  Ŷ = b0 + b1X1 + b2X2
Keterangan :
Ŷ     :  Hasil prediksi
b0   :  Konstanta
b1   :  Koefisien Prediktor pertama
b2   :  Koefisien Prediktor kedua
X1   :  Prediktor pertama
X2   :  Prediktor kedua

2.         Validitas isi
Validitas isi menujukkan sejauh mana butir-butir dalam instrumen dapat mewakili komponen-komponen dalam keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur dan sejauh mana butir-butir instrument tersebut dapat mencerminkan perilaku yang hendak diukur (Nunnally dalam Heri, 2014). Lawrence (Heri, 2014) menyatakan bahwa validitas isi menunjukkan keterwakilan pertanyaan terhadap kemampuan khusus yang harus diukur.
Validitas isi ditentukan dengan menggunakan kesepakatan ahli (Heri, 2014). Suatu instrumen dikatakan memenuhi validitas isi jika ahli meyakini bahwa instrument tersebut  dapat mengukur penguasaan yang didefinisikan dalam domain atau kontruk psikologi yang diukur. Untuk mengetahui kesepakatan ini, dapat digunakan indeks validitas (Aiken dalam Heri, 2014) sebagai berikut.


Keterangan :
V             :  Indeks validasi butir
S             :  Skor rater dikurangi skor terendah dalam kategori penyekoran
r              :  Skor rater
I0             :  Skor terendah dalam kategori penyekoran
n             :  Banyak rater
c              :  Banyak kategori yang dapat dipilih rater

3.       Validitas Konstruk
Validitas konstruk menunjukkan sejauh mana instrument dapat mengungkap suatu kemampuan atau konstruk teoritis tertentu yang hendak diukur (Nunnally & Fernandes dalam Heri, 2014). Pembuktian validitas konstruk merupakan pembuktian kebermaknaan skor hasil pengukuran (Popham dalam Heri, 2014). Pembuktian validitas konstruk instrumen menggunakan analisis faktor eksploratori (EFA) dan analysis faktor konfirmatori (CFA). EFA digunakan ketika model pengukuran dari konstruk instrumen masih dicari ataupun dilakukan eksplorasi. Sedangkan CFA digunakan ketika model pengukuran telah ada teorinya sehingga kontruk instrument tersebut tinggal dibuktikan atau dikonfirmasi.

B.      Reliabilitas
Reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu instrumen secara ajeg atau konsisten mengukur apa yang seharusnya diukur (Tucman dan Gay dalam Wagiran, 2013). Reliabilitas ditunjukan dengan angka atau koefisien, semakin tinggi koefsien menunjukkan semakin tinggi reliabilitas. Suatu instrumen dikatan memiliki koefisien reliabilitas yang tinggi jika ketika digunakan untuk mengukur hal yang sama pada waktu berbeda hasil yang diperoleh sama atau hampir sama (Heri, 2014).
Perhitungan reliabilitas instrumen terdiri dari dua yaitu reliabilitas eksternal dan reliabilitas internal.
1.       Reliabilitas eksternal
Reliabilitas eksternal diperoleh dengan cara mengolah hasil pengetesan yang berbeda baik dari instrumen yang sama maupun yang berbeda. Berikut cara mengestimasi reliabilitas eksternal suatu instrument.
a.       Metode Tes Ulang
Untuk mengetahui apakah suatu instrumen dapat diandalkan atau tidak, perlu dilakukan dua kali pengukuran yaitu pengukuran pertama dan pengukuran ulangnya. Pengukuran ini dapat dilakukan oleh orang yang sama atau berbeda. Selanjutnya kedua hasil pengukuran dikorelasikan dan hasilnya menunjukkan reliabilitas dari tes ini. Teknik ini akan memenuhi sasaran bila keadaan subjek yang diukur tidak berbeda baik pada hasil pengukuran pertama dan kedua.
Estimasi reliabilitas dengan metode tes ulang akan menghasilkan koefisien stabilitas, yang diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi linier antara distribusi skor subjek pada tes pertama dengan skor subjek pada tes kedua dengan menggunakan rumus sebagai berikut.


Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas/stabilitas
N   :  Banyak responden
X    :  Skor tes pertama
Y    :  Skor tes kedua

b.      Metode Bentuk Paralel
Metode bentuk parallel dilakukan dengan cara menyusun dua instrument yang setara, kemudian diujicobakan pada sekelompok responden yang sama (responden mengerjakan tes dua kali) kemudian hasil tes dari kedua instrumen tersebut dikorelasikan dengan teknik product moment. Untuk menentukan reliabilitas, koefisien korelasi hasil perhitungan dibandingkan dengan koefisien korelasi tabel. Jika koefisien korelasi hitung lebih besar atau sama dengan koefisien korelasi tabel maka koefisien korelasi hitung signifikan, yang berarti bahwa instrumen reliabel.

2.    Reliabilitas Internal
Reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali pengetesan. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Penggunaan terknik yang berbeda dapat menghasilkan indeks reliabilitas yang berbeda pula. Untuk beberapa teknik diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu sehingga peneliti tidak begitu saja memilih teknik-teknik tersebut. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mencari besarnya reliabilitas internal sebagai berikut.
a.    Metode Belah Dua
Dalam teknik ini, item-item tes dibagi menjadi dua bagian. Kemudian skor pada bagian pertama dikorelasikan dengan skor pada bagian kedua. Ada dua syarat penggunaan metode ini yaitu :
1.    Banyaknya item atau butir dalam instrument harus genap.
2.    Belahan bagian pertama dan bagian kedua harus seimbang, maksudnya jumlah butir pertanyaan dan aspek yang diukur pada kedua bagian harus sama.

Ada dua cara membelah butir soal yaitu :
1.    Belahan ganjil-genap, yaitu bagian pertama adalah item-item bernomor ganjil dan bagian kedua adalah item-item bernomor genap.
2.    Belahan awal-akhir, yaitu bagian pertama adalah item-item bernomor awal sampai tengah dan bagian kedua adalah item-item bernomor tengah sampai akhir.

Ada beberapa pengujian reliabilitas dengan metode belah dua, yaitu :
1.    Reliabilitas dengan rumus Spearman-Brown (Nitko dalam Heri, 2014)
Adapun rumusnya sebagai berikut :


Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas instrumen
rb   :  Indeks korelasi antara belahan pertama dan belahan kedua
X   :  Skor belahan pertama
Y    :  Skor belahan kedua

2.    Reliabilitas dengan rumus Flanagan
Adapun rumusnya sebagai berikut :


Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas instrumen
V1 :  Varians belahan pertama (varians skor butir-butir ganjil)
V2 :  Varians belahan kedua (varians skor butir-butir genap)
Vt  :  Varians skor total

3.    Reliabilitas dengan rumus Rulon
Rumus ini digunakan untuk mengestimasi reliabilitas belah dua tanpa perlu berasumsi bahwa kedua belahan mempunyai varians yang sama (Rulon dalam Heri, 2014).
Adapun rumusnya sebagai berikut :


Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas instrumen
Vt  :  Varians skor total
Vd :  Varians difference
d   :  Skor  pada belahan awal dikurangi skor pada belahan akhir (Skor difference)

b.    Metode Kuder Richardson
Metode ini terdiri atas dua yaitu rumus Kuder Richardson 20 (KR-20) dan rumus Kuder Richardson 21 (KR-21) yang digunakan ketika skor butir tes yaitu 0 dan 1.
1.    KR-20
Rumus ini digunakan apabila jumlah butir instrument ganjil, dimana tidak mungkin menggunakan teknik belah dua untuk mengestimasi reliabilitas. Rumus KR-20 sebagai berikut.


 Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas instrumen
k    :  Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
St2 :  Varians total
pi   :  Proposi subjek yang menjawab betul pada suatu butir (proposi subjek yang mendapat skor 1)
pi   :  (Banyaknya subyek yang skornya 1)/N
qi   :  1 - pi

2.    KR-21
Rumusnya sebagai berikut :

 (Allen dalam Heri, 2014)

Keterangan :
ri    :  Koefisien reliabilitas instrumen
k    :  banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
σt2 :  Varians total
p   :  skor rata-rata

c.     Cronbanch Alpha
Rumus ini digunakan untuk mengestimasi reliabilitas instrument yang skornya bukan 1 dan 0, seperti angket atau soal bentuk uraian. Rumusnya sebagai berikut.

            
Keterangan :
ri       :  Koefisien reliabilitas instrumen
k       :  Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
Ʃσb2 :  Jumlah varians butir
σt2    :  Varians total

SUMBER :
Heri Retnawati. (2014). Membuktikan Validitas Instrumen dalam Pengukuran. Jurnal UNY. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Heri Retnawati. (2014). Reliabilitas. Jurnal UNY. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Wagiran, (2014), Metodologi Penelitian Pendidikan (teori dan implementasi), Yogyakarta: Deepublish.




1 komentar:

  1. 1xBet korean - legalbet
    1xbet korean. 메리트카지노 1xbet 1xbet korean. 1xbet 제왕카지노 korean. 1xbet korean. 1xbet korean. 1xbet korean. 1xbet korean.

    BalasHapus